Malam itu tanggal 28
Oktober 2012. Iya, hari sumpah pemuda. Tapi bukan itu yang akan aku bahas pada
entry ini. Entah kenapa malam itu aku g’ bias tidur. Akhirnya aku menunggu
kakak dan Ibu pulang pengajian rutin malam
senin. Maksudnya sih nunggu “pacitan” (snack dalam bahasa jawa). Setelah
kenyang baru aku mulai bias memejamkan mata (walau tidak pulas dan sering
terbangun). Apa ini pertanda?? (mencoba mengkaitkan).
Pagi harinya seperti
biasa aku dibangunkan kakak yang mengingatkan aku supaya shalat subuh. Setelah
selesai menunaikan ibadah shalat subuh aku bergegas mengambil kunci motor. Si
silver udah lama g’ aku cuci. Jam dinding menunjukkan angka 06.35 ketika aku
mengeluarkan motor. Tiba-tiba aku melihat bu Rum dan cucunya Kevin berjalan
tergesa-gesa kea rah jalan raya. She told: “there is an accident, mbah Atmo
kecelakaan”. Seketika aku membuka memori dan mengingat-ingat sosok mbah Atmo.
Aku langsung berlari ke
dapur dan memanggil ibu aku yang sedang masak. Kami langsung berjalan
menghampiri TKP. Sebelum kami sampai, mobil Ambulance sudah membawa jenazah
mbah Atmo menuju RSUD Wates. Masih terlihat jelas darah di tengah jalan. Sandal
bagian kiri mbah Atmo juga masih ada. Selamat jalan mbah Atmo…sosok wanita
pendiam namun tegar….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar