Rabu, 31 Oktober 2012

What a shocking day!!

Malam itu tanggal 28 Oktober 2012. Iya, hari sumpah pemuda. Tapi bukan itu yang akan aku bahas pada entry ini. Entah kenapa malam itu aku g’ bias tidur. Akhirnya aku menunggu kakak dan Ibu pulang pengajian rutin  malam senin. Maksudnya sih nunggu “pacitan” (snack dalam bahasa jawa). Setelah kenyang baru aku mulai bias memejamkan mata (walau tidak pulas dan sering terbangun). Apa ini pertanda?? (mencoba mengkaitkan).

Pagi harinya seperti biasa aku dibangunkan kakak yang mengingatkan aku supaya shalat subuh. Setelah selesai menunaikan ibadah shalat subuh aku bergegas mengambil kunci motor. Si silver udah lama g’ aku cuci. Jam dinding menunjukkan angka 06.35 ketika aku mengeluarkan motor. Tiba-tiba aku melihat bu Rum dan cucunya Kevin berjalan tergesa-gesa kea rah jalan raya. She told: “there is an accident, mbah Atmo kecelakaan”. Seketika aku membuka memori dan mengingat-ingat sosok mbah Atmo.

Aku langsung berlari ke dapur dan memanggil ibu aku yang sedang masak. Kami langsung berjalan menghampiri TKP. Sebelum kami sampai, mobil Ambulance sudah membawa jenazah mbah Atmo menuju RSUD Wates. Masih terlihat jelas darah di tengah jalan. Sandal bagian kiri mbah Atmo juga masih ada. Selamat jalan mbah Atmo…sosok wanita pendiam  namun tegar….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar