Jogjakarta
Hanya satu
Q lelah dalam balutan
pegel-pegel ini
Pagi
ini sedikit berbeda,,,bangun-bangun tarikan nafas seakan lambat dan panas.
There’s something wrong with my body, I think. Gara-gara hari minggu duduk
hampir 12 jam pikir q. Well, q memutuskan untuk membuat janji dengan
bapak-bapak ahli pijat syaraf langganan q di Bantul.
“Assalamualikum,
yo…yo…kira2 pak bambang bisa pijet janjian mendadak g?”, samber q ketika
menelfon teman q. “coba aj di hubungi dulu, biasanya sih bisa”, jawab dy.
Akhirnya
q janjian dan dapat bagian waktu jam 11.30. Ketika telfon membuat janji q lupa
menyebutkan nama. Sesampainya disana, pak bambang seakan kaget melihat q.
“owalah km to, silakan masuk!!”, celetuk beliau sambil menepuk lengan q.
“Saya
sudah tau, nanti sambil cerita-cerita ya! Tapi gpp kan?”, ucap dy seakan takut
menyinggung perasaan q. Kayak nya q tau beliau bakal bahas apa, yuppi kisah q
yang lalu. Q udah g mempermasalahkan
“dy”. Tuhan mengirimkan banyak kebahagian setelah q berpisah. Q ditemukan dengan
berbagai aktivitas yang bermanfaat dan membangun. Memang jalannya seperti itu,
I can accept all the facts. Semua berkat keluarga dan teman-teman yang selalu
support q. Makasih semua…
Pak
bambang cerita bahwa dy sudah melihat pasangan barunya. Banyak cerita yang dy
bagikan dengan q. “Besok kalau mau menikah bawa dulu pasangan kamu kesini .
Jangan seperti dy. Saya salaman (baca: berjabat tangan) dengan pasangannya
berasa dingin.”, cerita beliau sambil menunjukkan tangannya yang merinding.
Jadi tambah aware dengan kesehatan.
Banyak
sekali wejangan-wejangan yang beliau berikan pada q. Yang terpenting sayang dan
cinta. Sehat tentunya. Kamu akan merasakan hal yang berbeda ketika menemukan
jodoh kamu. Jangan mencari pasangan yang pendek, cenderung glidik (banyak
tingkah). Trus jangan yang jalannya tegap karena kebanyakan sombong. Tapi beda
halnya ya dengan TNI dan Polri, mereka seperti itu karena memang dibuat
jalannya tegap. Udah g usah buru-buru nikah. Cepat selesaikan kuliah, kerja
yang bener, nah baru deh berfikir kesana. Huwaaa…banyak banget deh
nasihat-nasihat pak bambang saat itu. Makasih pak…
Dari
seluruh nasihat-nasihatnya yang paling mengena adalah pesannya “sikapi secara
dewasa”.
What
time is it? Sudah jam 23.40 WIB ternyata. Kini saatnya istirahat dan menyudahi
kisah hari ini, menyerap makna hari ini dan bersiap untuk hari esok… Terima
kasih Allah untuk nikmat yang Engkau berikan
Dunia ini luas
Tak kan kubiarkan terperangkap
dalam masa lalu
Banyak orang yang harus q
bahagiakan
Yahhh…q akan berusaha J